Cara Terhindar Dari Serangan Beberapa Contoh Hewan Buas Ruh Binatang Di Akhirat Kelak

Informasi –  Mungkin kau pernah atau sering bertanya-tanya dalam benak, bagaimana nasib para binatang atau binatang yang hidup di bumi ini kelak di akhirat? Nah, jadi di akhirat kelak ruh binatang akan dibangitkan, terutama binatang yang pernah dianiaya, baik oleh sesama binatang maupun oleh manusia, untuk menuntut balas atas penganiayaan itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Dan tiada satu pun binatang di atas bumi, ataupun burung yang terbang (di udara) dengan sayapnya, yang tiada merupakan umat menyerupai kamu. Tiada sesuatu pun yang Kami lupakan di dalam Kitab, kemudian kepada Rabbnya mereka dikumpulkan.” (Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 38).

Kemudian “Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.” (Al-Qur’an surat At-Takwir ayat 5).

Nasib para binatang di akhirat

Ibnu Katsir mengemukakan sejumlah hadits ihwal kebangkitan ruh binatang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua hak akan disampaikan kepada yang berhak menerimanya pada hari kiamat, sehingga kambing tak bertanduk membalas kambing yang bertanduk dengan menanduknya.” (Hadits riwayat Ahmad, Muslim, dan Tirmizi).

Allah mengadili di antara makhluk-makhluk-Nya selain jin dan manusia. Dia mengadili antara sesama binatang liar maupun binatang ternak, sehingga binatang yang tidak bertanduk membalas perbuatan binatang yang bertanduk. Dan sehabis itu semua selesai, sehingga tidak ada lagi hak yang dituntut oleh salah seekor binatang terhadap binatang lainnya, kemudian Allah berfirman kepadanya: ‘Jadilah kau debu!’ maka di kala itulah orang kafir berkata: ‘Alangkah baiknya sekiranya akulah yang menjadi tanah.”

Jangan hingga saya mendapati seorang dari kau sekalian tiba pada hari simpulan zaman dengan membawa unta bersuara di atas tengkuknya, kemudian beliau berkata: ‘Ya Rasulullah, tolonglah aku!’ maka saya menjawab: ‘Aku tidak kuasa sedikit pun menolak siksa Allah dari kamu, sesungguhnya saya telah memberikan (ajaran agama) kepadamu.’ Jangan hingga saya mendapati seorang dari kau sekalian tiba pada hari simpulan zaman dengan membawa kuda yang meringkik di atas tengkunya, kemudian beliau berkata:  ‘Ya Rasulullah, tolonglah aku!’ maka saya menjawab: ‘Aku tidak kuasa sedikit pun menolak siksa Allah dari kamu, sesungguhnya saya telah memberikan (ajaran agama) kepadamu.’ Jangan hingga saya mendapati seorang dari kau sekalian tiba pada hari simpulan zaman dengan membawa seseorang yang berteriak di atas tengkunya, kemudian beliau berkata:  ‘Ya Rasulullah, tolonglah aku!’ maka saya menjawab: ‘Aku tidak kuasa sedikit pun menolak siksa Allah dari kamu, sesungguhnya saya telah memberikan (ajaran agama) kepadamu.’ Jangan hingga saya mendapati seorang dari kau sekalian tiba pada hari simpulan zaman dengan membawa sesuatu tanpa bunyi di atas tengkunya, kemudian beliau berkata:  ‘Ya Rasulullah, tolonglah aku!’ maka saya menjawab: ‘Aku tidak kuasa sedikit pun menolak siksa Allah dari kamu, sesungguhnya saya telah memberikan (ajaran agama) kepadamu.'” (Hadits riwayat Ahmad).

Hadits-hadits dan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut menjelaskan bahwa ruh binatang juga akan dibangkitkan di alam abadi kelak, terutama binatang yang pernah disakiti, untuk menuntut balas kepada binatang lainnya atau insan yang pernah menyakitinya selama ia (binatang tersebut) hidup di dunia hingga semua haknya terpenuhi, maka binatang tersebut akan dijadikan bubuk / tanah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hadits mengenai larangan menyakiti binatang dan proposal berbuat baik kepada binatang

Ada hadits-hadits yang melarang kita menyakiti binatang dan yang menganjurkan untuk kita mencintai binatang yang sudah jinak, menyerupai halnya kucing dan anjing, dengan memberinya makan dan minum. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang perempuan diazab alasannya yakni mengurung seekor kucing hingga mati. Wanita tersebut masuk neraka. Dia tidak memperlihatkan masakan dan minuman kepada kucing itu. Dia mengurungnya dan tidak membiarkannya makan dari binatang-binatang kecil yang berkeliaran di tanah.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Sedangkan pada hadits yang lain, “Selagi seorang pria berjalan, tiba-tiba timbullah kehausannya yang sangat, kemudian beliau turun ke dalam sumur dan beliau minum sebagian airnya, kemudian beliau keluar. Tiba-tiba dilihatnya seekor anjing yang menjilat-jilat, beliau menjilat tanah berair alasannya yakni sangat haus. Orang itu berkata: ‘Telah memuncak benar kehausan anjing ini, menyerupai kehausan yang telah memuncak pada diriku.’ Kemudian beliau pun mengambil air dengan sepatunya, kemudian sepatu itu digigit dengan memakai mulutnya, kemudian beliau naik dari dalam sumur dan memberi minum kepada anjing itu. Karenannya Allah mensyukurinya dan mengampuni dosanya. Para sobat bertanya: ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya apakah ada pahala bagi kami memberi minuman kepada binatang?’ Nabi menjawab: ‘Pada binatang yang memiliki hati yang berair ada pahalanya.'” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Kemudian hadits lainnya lagi, “Selagi seekor anjing berkeliling di sekitar sumur yang hampir dibinasakan oleh kahausan, tiba-tiba dilihat oleh seorang perempuan penzina dari Bani Israil, maka perempuan itu membuka sepatunya kemudian memberi minum kepada anjing itu, karenanya diampunilah perempuan itu karena anjing itu.” (Hadits riwayat bukhari dan Muslim).

Kesimpulan

Berdasarkan keterangan di atas, maka kita telah mengetahui sebetulnya ruh binatang akan di bangkitkan di alam abadi untuk mendapatkan haknya dan sehabis itu mereka (para binatang) akan Allah jadikan debu. Sedangkan ruh insan sudah niscaya akan dibangkitkan dan ruh insan itu akan dianggap baik bila peduli terhadap binatang, menyerupai baik terhadap kucing maupun anjing (tidak menyakitinya dan memperlihatkan pinjaman apabila binatang-binatang tersebut menghadapi kesulitan). Namun sebaliknya, ruh insan dianggap jelek kalau tidak peduli terhadap binatang, apalagi membiarkan binatang itu tersiksa alasannya yakni lapar dan haus atau bahkan sengaja menyakitinya. Masing-masing keadaan ruh itu akan ada jadinya di akhirat, sebagaimana telah dijelaskan di awal.

Nah, itulah artikel ihwal “Ruh Binatang Di Akhirat Kelak“. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di hidangan yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa efek yang baik. Wallahu a’lam bisshawab

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari aneka macam sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu berguru untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Nasib para binatang di alam abadi kelak