Memuliakan tamu merupakan salah satu ciri adab yang mulia Adab Bertamu Dan Menerima Tamu

Informasi – Memuliakan tamu merupakan salah satu ciri adab yang mulia, sementara bersikap tidak ramah atau tidak peduli dengan tamu tergolong salah satu adab yang hina. Bahkan Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghubungkan perilaku memuliakan tamu sebagai salah satu ciri iman. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang menyakiti tetangganya, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berbicara yang baik atau (jika tidak dapat) hendaknya beliau diam.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Bertamu yaitu berkunjung ke daerah kediaman orang lain. Kunjungan itu biasanya sebab adanya suatu keperluan. Bertamu dengan maksud yang baik dan dilandasi niat yang tulus sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta untuk memperoleh rido dan rahmat-Nya termasuk kedalam silaturahmi.

Adab dalam bertamu

Dalam bertamu hendaknya memenuhi adab-adab sebagai berikut.

  • Niat bertamu dengan ikhlas.
  • Mengetahui waktu yang sempurna untuk berkunjung.
  • Mengetuk pintu tiga kali dan mendapatkan izin.
  • Berjabat tangan dengan tuan rumah, adapun dengan lawan jenis cukup dengan mengatakan perilaku yang hormat.
  • Seorang pria dilarang masuk ke dalam rumah seorang perempuan yang suaminya tidak ada, begitu pun sebaliknya.
  • Berbicara dengan bahasa yang sopan dan santun serta menyenangkan.
  • Tidak berlama-lama dalam bertamu.

Adab dalam mendapatkan tamu

Saat mendapatkan tamu hendaknya sesuai dengan tata krama yang telah ditentukan. Dan dalam mendapatkan tamu, kita harus menghormati tamu yang berkunjung. Adapun dalam mendapatkan tamu hendaknya kita bersikap, sebagai berikut.

  • Menyambut tamu dengan tulus dan penuh keramahan.
  • Tidak membeda-bedakan terhadap tamu yang hadir.
  • Memberikan jamuan terhadap tamu sesuai dengan kemampuan. Kewajiban menjamu yaitu sehari semalam selebihnya yaitu sedekah.
  • Berusaha sekuat tenaga memenuhi keperluan tamu yang hadir.
  • Jangan mengatakan perilaku yang menciptakan tersinggung apabila tamu yang tiba itu tidak kita inginkan.
  • Antarlah hingga ke pintu rumah apabila tamu telah berpamitan akan pulang.

Nah, itulah artikel tentang “Adab Bertamu Dan Menerima Tamu”. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa imbas yang baik. Wallahu a’lam bisshawab

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari banyak sekali sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu berguru untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:
Tata cara bertamu dan mendapatkan tamu dalam Islam