
Informasi – Sebagai mana kita ketahui, setan merupakan salah satu makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang pekerjaannya yakni mengajak menusia kepada perbuatan yang salah atau maksiat (melanggar perintah Allah atau melaksanakan apa yang dilarang-Nya) dan menciptakan insan lalai dalam mengejakan kebaikan maupun menegakkan kebenaran. Dengan demikian, setan ingin menjerumuskan insan ke dalam api neraka yang merupakan seburuk-buruknya daerah kembali bagi insan dan bagi makhluk Allah yang tidak taat kepada-Nya, bersamanya kelak. Oleh lantaran itu, kita sebagai umat insan yang sadar dan sedang mencar ilmu untuk taat kepsda Allah dan mengharapkan kasih sayang dan surga-Nya kelak, maka harus senantiasa menghindari usul atau godaan setan yang terkutuk.
Upaya setan dalam menjerumuskan insan kepada kesesatan
Nah, supaya kita tidak terjebak bujuk rayu setan, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu bagaimana upaya atau cara setan dalam menarik hati manusia, yakni sebagai berikut.
1. Membuat angan-angan sebagai perangkap untuk manusia
2. Membuat perbuatan maksiat terlihat Indah di mata manusia
3. Membuat insan lupa akan ajal (waktu kematian)
4. Menunda taubat
Bahaya dari menunda taubat ialah dosa akan menumpuk, dan dosa tersebut akan membawa imbas yang jelek bagi hati. Ia akan menghitamkan, membutakan, bahkan menyebabkan kematian hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sekali-kali tidak, sesungguhnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (Al-Qur’an surat Al-Muthaffifin ayat 14)
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam berkata, bila seseorang melaksanakan satu dosa, terdapat satu titik hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, titik tersebut akan dihapuskan. Namun kalau dosa tersebut bertambah, bertambah pula titik hitamnya hingga menutupi hatinya. Itulah karat (ran) yang diisyaratkan Allah dalam Al-Qur’an.
Penyesalan orang yang menunda taubat tergambar dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Hingga apabila tiba kematian kepada seseorang dari mereka, beliau berkata, ‘Ya Rabbku kembalikanlah aku, supaya saya berbuat amal yang saleh terhadap yang telah saya tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu yakni perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding hingga hari mereka dibangkitkan.” (Al-Qur’an surat Al-Mukminun ayat 99-100)
Pesan
Sungguh rugi insan yang menjajakan kenikmatan syahwat, cinta, dan keindahannya untuk ditukar dengan penyesalan yang tiada batas dan infinit di alam abadi kelak. Seharusnya kita sadari bahwa kehidupan di dunia ini tidaklah selamanya (hanya sebentar saja bila dibandingkan dengan kehidupan di alam abadi kelak) dan kehidupan di dunia ini hanyalah kesenangan yang fana atau menipu, contohnya saja ketika kemarin kita mendapat kesenangan, apakah kesenangan itu tetap bisa kita rasakan pada ketika kita menderita? Atau bisakah kita mencicipi kesenangan kemarin itu pada hari ini? Jawabannya tentu saja tidak. Bijaklah dalam kehidupan di dunia dengan mencar ilmu taat kepada Allah dan melawan godaan setan yang terus mencoba membisikkan keburukan-keburukan. Dengan demikian, kehidupan di dunia ini akan bisa kita lewati dengan baik dan kehidupan infinit di nirwana yang menyenangkan (insya Allah) akan kita raih.
Nah, itulah artikel tentang “Godaan Yang Dilancarkan Setan Kepada Umat Manusia”. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa imbas yang baik. Wallahu a’lam bisshawab
Kata kunci terkait pada artikel ini: